Persetujuan KPR Saya Kok Bisa Turun Plafon (Tidak Sesuai Dengan Pengajuan Awal) ?

Mengajukan-KPR-Rumah-Jika-Sudah-memiliki-Pinjaman-KTA
Apakah Bisa Mengajukan KPR Rumah Jika Sudah memiliki Pinjaman KTA?
December 20, 2016
Hal-yang-harus-diperhatikan-membeli-rumah-second-dengan-status-PPJB-Developer
Hal yang harus diperhatikan membeli rumah second dengan status PPJB Developer.
January 24, 2017

Persetujuan KPR Saya Kok Bisa Turun Plafon (Tidak Sesuai Dengan Pengajuan Awal) ?

Persetujuan-KPR-Saya-Kok-Bisa-Turun-Plafon

Persetujuan-KPR-Saya-Kok-Bisa-Turun-Plafon

Nama*: Arif
Alamat*: Jl. lele 6 No 270
Email*: arifsudarman***@gmail.com
Nomor Telepon*: 0817683***
Informasi Pekerjaan/Pekerjaan*: Karyawan kontrak
Nama Perusahaan*: Jaddi foods
Informasi Pendapatan/Pendapatan*: Karyawan – Gaji diterima transfer via bank
Nominal Gaji*: Rp.7.200.000,-
Cicilan Bulanan Lain-lain*: No
Jenis Kredit/Mengenai*: Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Keterangan*: Selamat malam Pak. Saya ingin menannyakn perihal KPR. Pihak developer kami mengajukan KPR ke bank BNI sebesar Rp.318,000,000 dan yang di setujui hanya sebesar Rp.301,000,000,- sehingga kami harus membayar sisa yang tidak di acc kepada developer sebagai penambahan DP. Total gaji saya dan istri Rp.11,000,000,-

Yang ingin saya tanyakan:apakah ini akal-akalan developer untuk bayar cash atau memang seperti itu prosedurnya, dan apakah saya dapat menanyakan langsung ke bank BNI terdekat mengenai KPR saya tersebut, mohon infonya Pak makasih.

Jawab:

selamat siang Bpk Arif,

Sebelum menjawab pertanyaan bapak, saya akan jelas terlebih dahulu bagaimana proses pengajuan kredit bapak sejak developer menyerahkan kepada bank. Setelah bank menerima berkas pengajuan bapak, bank akan menginput nilai KPR yang diajukan. Karena bapak beli melalui developer biasanya tidak akan ada masalah dalam menetapkan nilai KPR yang diajukan, karena pihak bank sudah melakukan kerjasama dengan developer sehingga harga rumah nya juga akan mengikuti price list di surat persanan yang bapak tanadtangani.

Kemudian setelah itu bank akan melakukan verifikasi penghasilan bapak, apabila penghasilan bapak DINILAI CUKUP untuk mendapat plafon kredit yang diajukan maka bapak akan mendapat persetujuan kredit full plafon atau nilai persetujuan bank sesuai dengan nilai pengajuan kredit diawal. NAMUN jika penghasilan bapak DINILAI KURANG maka biasanya bank akan memiliki 2 pilihan yaitu apakah jangka waktunya diperpanjang (misal dari 10 tahun menjadi 15 tahun) atau nilai pengajuan kreditnya dikurangi (misal pengajuannya 500juta menjadi 450juta). pilihan tersebut akan diambil bank agar mendapatkan scoring yang sesuai dengan ketentuan bank.

Menjawab pertanyaan bapak, dari kasus ini, saya menduga bahwa penghasilan bapak kurang mencukupi untuk mendapatkan kredit sebesar Rp.318.000.000,- sehingga bank mengambil keputusan untuk mengurangi nilai persetujuan kreditnya. berdasarkan perhitungan saya dengan gaji 7,2juta bapak memang hanya akan mendapat pinjaman sebesar Rp.303.000.000,- untuk jangka waktu 20 tahun. (asumsi saya, mungkin penghasilan istri bapak tidak diakui oleh pihak bank, sehingga total gaji yang diakui hanya 7,2jt)  Jadi menurut saya hal ini bukanlah akal-akalan developer.

Bagaimana kita bisa yakin bahwa ini bukanlah akal-akalan developer? Bapak BERHAK untuk meminta SURAT KEPUTUSAN KREDIT (SKK) dari Bank yang menyatakan kredit bapak hanya disetujui sebesar Rp.301.000.000,- setelah menerima SKK, bapak bisa menghubungi pihak bank untuk mengetahui detailnya. Apabila pengajuan kredit bapak hanya disetujui sebesar Rp.301.000.000,- maka bapak wajib membayarkan kembali kekurangannya ke Developer sebagai penambahan DP. Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat..

 

2 Comments

  1. Roni yulianto says:

    Slmat malam sy mau menyakan soal turun plafon yg saya alami,
    Harga rumah 182.200.000,dan acc dr bank itu hanya 156.275.000,berti kan selisih dari angka tersbut adlah menjadi DP???
    Dan pengurngan dr jumlah diatas kurang lebih 25 jutaan,
    Sedangkan DP sy sudah lunas 35.710.000.
    Tapi dr pihak develpoer menjelaskan bahwa sy ada turun plafon 7.615.000.(pengjuan 163.000.000-156.275.000(acc dr btn)).
    Pertnyaan saya,dengan DP yg sudah sy bayarkan lunas dengan jumlah diatas,apa sy harus bayar plafon tersbut???pdhal selisih dr nilai diatas sudah tertutup oleh dp yg lebih besar?bahkan malah masih ada sisa.

    2. Mengenai tanda jadi yg ditentuin oleh developer senilai 1 juta,dan diawal sy suruh bayar 8 juta,dengan rincian,
    1 juta kuitansi asli dr developer,7 juta kuitansi dr pribadi marketing yg di terngkan oleh marketing ada penggantian data dr pihak pertma,ato bisa dibilang take over.
    Apakah ini akal2lan dr marketing??
    Jd total keslurhan uang yg telah sy bayar 43.710.000
    Belum berikut biaya lain2 dr BTN yg berjumlah 8.200.000.

    Seblumnya terma kasih…dan mohon pencerhanya

    • Admin says:

      1. saya agak bingung dengan penjelasan bapak, jika harga rumah 182,2jt dan DP bapak sebesar 35,7jt maka pengajuan KPR ke bank hanya perlu 146,5jt. sedangkan acc dari bank sebesar 156,2jt. hal ini sangat tidak masuk akal.

      2. jika kasusnya adalah pembelian unit secondary, maka bpk harus tanya dengan jelas, berapa sebetulnya harga rumah itu, karna disini bapak transaksi bukan dengan developer melainkan pemilik rumah pertama. Asumsi saya DP 35,7jt itu bukan dibayarkan ke Developer, tetapi dibayarkan ke pemilik rumah pertama.

      kesimpulan saya adalah bapak bukan beli rumah primary dari developer, melainkan beli rumah secondary dari dari pemilik pertama. oleh sebab itu sebaiknya diperjelas dulu, berapa DP yang sudah dibayar oleh pihak pertama ke developer? dan berapa DP yang harus bapak bayar ke pihak pertama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *