Apa Bedanya Kpr Dan Kpa?

Mungkin teman telah tak jarang mendengar istilah KPR serta KPA. Namun, apakah kamu telah tahu apa perbedaan KPR serta KPA? Kenali dua istilah ini serta apa saja perbedaannya, yuk!

KPR serta KPA merupakan dua layanan yg disediakan oleh perbankan serta pengembang untuk mempermudah seseorang dalam mempunyai hunian.

Kredit pemilikan rumah alias KPR merupakan salah satu solusi yg ditawarkan bagi kamu yg ingin mempunyai rumah melainkan tak mempunyai lumayan uang.

Sementara KPA merupakan singkatan dari kredit pemilikan apartemen.

Sesuai namanya, layanan ini ditujukan bagi seseorang yg ingin mempunyai apartemen.

Lantas apa saja perbedaan kedua istilah ini?

Untuk lebih jelasnya, baca ulasan selengkapnya berikut ini!

7 Perbedaan KPR serta KPA
1. Produk Hunian

Perbedaan mendasar antara KPR serta KPA merupakan produk hunian yg dipiih.

Jika kamu ingin mempunyai rumah dengan tutorial kredit, pasti layanan yg mampu dipakai merupakan KPR.

Sementara apabila berminat mempunyai apartemen, layanan yg mampu dipakai merupakan KPA.

2. Prosedur

Secara umum, prosedur serta faktor lainnya antara KPR serta KPA tak lebih lebih sama.

Bahkan, mampu dikatakan hampir tak ada perbedaan yg signifikan.

3. Syarat & Dokumen Pengajuan

Selain mempunyai prosedur yg sama, KPR serta KPA juga memiilki syarat pengajuan yg tak jauh berbeda.

Jika kamu ingin mengajukan KPR alias KPA, keduanya memperlukan syarat mutlak sebagai berikut:

Fotokopi KTP
Fotokopi kartu keluarga
Fotokopi akta nikah/akta cerai
Fotokopi NPWP
Surat keterangan/rekomendasi dari perusahaan
Slip gaji 3 bulan terakhir
Rekening koran/buku tabungan 3 bulan terakhir

Selain itu, ketika hendak mengajukan KPR serta KPA, kamu wajib memastikan kelengkapan berbagai dokumen.

Dokumen untuk rumah yg akan dibeli antara lain

BACA JUGA:  Hal yang perlu kita ketahui sebelum melakukan take over KPR

salinan izin mendirikan bangunan (IMB);
salinan sertifikat tanah; dan
salinan surat tanda sehingga developer alias penjual rumah.
4. Biaya Tanda Jadi

Biaya tanda sehingga merupakan tanda kalau kita serius untuk membeli unit rumah KPR tersebut.

Biaya ini berlaku bagi rumah baru maupun rumah bekas yg hendak dibeli.

Ketika mengajukan KPR untuk rumah bekas, kita butuh membayar anggaran tanda sehingga ke perantara sedangkan untuk rumah baru, anggaran tanda sehingga akan dibayarkan ke developer.

Selain pada KPR, anggaran tanda sehingga terkadang juga dibutuhkan dalam pengajuan KPA.

5. Uang Muka

Uang muka alias down payment juga dibutuhkan dalam KPR maupun KPA.

Besarnya uang muka untuk KPR maupun KPA berbeda-beda antara penyedia layanan.

Ada yg menetapkan 20 persen alias bahkan lebih dari itu.

Beberapa pihak juga menetapkan tak lebih dari 20 persen dari harga properti dengan diikuti oleh berbagai syarat.

6. Biaya Notaris

Baik dalam KPR maupun KPA dibutuhkan anggaran notaris.

Biaya ini tergolong anggaran yg wajib Kalian siapkan dalam kepengurusan kredit kepemilikan rumah alias apartemen.

Biasanya pihak bank maupun pengembang perumahan mempunyai notaris sendiri-sendiri dengan pemecahan tugas serta pekerjaan yg berbeda.

Sebagai kreditur, kamu butuh membayar anggaran notaris ini.

Meski demikian, faktor ini tak mutlak, pasalnya ada juga pengembang yg telah membebankan anggaran notaris dalam uang muka alias dikenal dengan sebutan all in.

7. Pajak

Pajak penjualan alias pajak penghasilan menjadi beban pihak yg menjual rumah yakni sebesar 5 persen dari harga jual.

Sementara pajak pembelian alias Bea Perolehan Hak atas Tanah serta Bangunan sebesar 5 persen dari harga jual dikurangi kualitas jual obyek pajak tak kena pajak.

BACA JUGA:  Cara Cek dan Daftar BLT PIP Untuk Anak Sekolah Rp 1 Juta

Pajak penjualan serta pajak pembelian ini juga berlaku bagi kredit kepemilikan apartemen.

Dokumen untuk KPA yg butuh Kalian pastikan di antaranya

salinan surat pemesanan apartemen;
salinan pembayaran booking fee;
salinan jadwal pembayaran; serta
brosur dari developer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *