Resiko Jika Pinjam Kta Untuk Dp Rumah

Mengumpulkan down payment (DP) alias uang muka tidak jarang menjadi hambatan paling besar dalam perjuangan membeli rumah. Dengan begitu, tidak heran bagi sebagian orang-orang melakukan beberapa tutorial untuk memperoleh dana dengan cepat, tergolong memakai Kredit Tanpa Agunan (KTA). Nah, hari ini kami sudah menghimpun info tentang risiko yg akan diperoleh dalam meminjam KTA untuk DP rumah.

Saat ingin membeli rumah, faktor yg menjadi hambatan pertama ialah mengumpulkan uang muka.

Uang muka memanglah wajib dibayarkan pembeli dikala ingin mencicil suatu hunian.

Adapun besaran DP rumah tergantung dari perusahaan pengembang, dapat 10%, 5%, atau kpr tanpa dp alias 0%.

Sebenarnya, tersedia beberapa tutorial untuk mempersiapkan dana DP rumah, semacam meminjam uang KTA.

Namun, apa saja sih risiko yg akan didapatkan apabila meminjam KTA untuk DP rumah?

Dilansir dari cermati.com, berikut ini ialah sejumlah risiko yg akan didapatkan dengan meminjam uang KTA untuk DP rumah.

Risiko Pinjam KTA untuk DP Rumah
1. Cicilan Besar

Perlu kamu pahami, mengajukan KPR itu sama saja dengan berhutang ke bank.

Dengan begitu, meminjam KTA untuk DP berarti kamu akan gali celah tutup lubang.

Cara ini pastinya akan memberatkan keuangan bulanan kamu.

Misalnya, kamu mengajukan pinjaman KTA sebesar Rp50 juta untuk DP pada harga hunian Rp300 juta dengan bunga flat 1 persen selagi 5 tahun.

Berarti cicilan per bulan beserta bunga yg wajib dibayar sebesar Rp1,33 juta per bulan.

Kemudian kamu juga wajib membayar pokok kredit rumah sebesar Rp345 juta selagi 15 tahun dengan anggapan suku bunga 10,50 persen.

Maka, pokok cicilan yg wajib kamu bayar setiap bulan ialah Rp3.018.750.

Total: Rp 1,33 juta + Rp 3,02 juta = Rp 4,35 juta per bulan.
2. Pembayaran Bunga Jadi Beban keuangan

BACA JUGA:  Mengetahui Apa Itu BI Checking?

Jika diperhatikan, total utang pokok pinjaman KTA ditambah bunga yg wajib kamu bayar sampai jatuh tempo sebesar Rp79,9 juta.

Dari pinjaman KTA, kamu meminjam uang sebesar Rp50 juta. Berarti, beban bunganya nyaris Rp30 juta, sahabat.

Untuk membayar cicilan rumah KPR sebesar Rp 3,02 juta, dalam kurun waktu 15 tahun, kamu wajib membayar sebesar Rp 543,6 juta.

Lebih besar Rp 243,6 juta dibanding harga rumah yg kamu beli, bukan?

Siap-siap kencangkan ikat pinggang, ya!

3. Berpotensi Kredit Macet

Perlu diketahui, utang yg sehat ialah kurang 30 persen dari gaji alias penghasilan bulanan kamu.

Maka dari itu, kalau membayar hutang sebesar Rp4,35 juta per bulan, berarti gaji alias penghasilan kamu wajib Rp15 juta.

Jika tidak, dikhawatirkan berpotensi gagal bayar serta akhirnya terjadi kredit macet.

4. Dilarang Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Bank Indonesia alias BI maupun OJK melarang penggunaan pinjaman KTA untuk DP rumah.

Pasalnya, tutorial tersebut dikhawatirkan berpotensi besar gagal bayar.

Jika kamu mengalami gagal bayar, otomatis memperburuk rapor kreditmu di BI alias OJK.

Leave a Reply

Your email address will not be published.