Biaya Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Membeli Rumah

Mempersiapkan anggaran KPR sama pentingnya dengan mempersiapkan dokumen persyaratan.Hal ini dilakukan supaya mampu mengestimasi total anggaran yg wajib dikeluarkan. Agar lebih paham, simak postingan ini dulu, yuk!

Selain prosesnya tak mudah serta tak sebentar, pengajuan KPR juga memperlukan beberapa anggaran dengan jumlah yg tak sedikit.

Ada kalanya, penjelasan tentang biaya-biaya pengajuan KPR tak transparan, jadi menghambat proses pengajuan dengan cara keseluruhan.

Selain persyaratan dokumen, penting juga untuk mencari tahu soal anggaran KPR yg diharapkan untuk mengajukan KPR supaya Kalian mampu mempersiapkannya dengan baik.

Berikut beberapa anggaran KPR yg wajib dipersiapkan sebelum mengajukan KPR ke Bank tujuan.

5 Biaya KPR yg Harus Disiapkan Sebelum Mengajukan KPR
1. Uang Muka KPR

Uang muka alias yg dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah Down Payment, akan mengambil porsi terbesar dari beberapa anggaran KPR yg ada.

Oleh sebab itu, Kalian butuh mempersiapkan nominal uang muka yg sesuai dengan tipe hunian yg diambil, tipe KPR serta juga harga rumah yg dipilih.

Ketentuan tentang besaran uang muka KPR sendiri sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016.

Besaran uang muka yg wajib disiapkan untuk rumah pertama sebesar 15%, untuk rumah kedua sebesar 20% serta untuk rumah ketiga sebesar 30%.

Sedangkan berdasarkan peraturan terakhir dari Bank Indonesia (BI) besaran uang muka yg diharapkan merupakan minimal 30% dari harga rumah.

Jangan khawatir, apabila Kalian tak mempunyai lumayan dana untuk uang muka, Kalian mampu mencoba mendaftar acara DP rumah 0 persen alias acara KPR bersubsidi.

2. Biaya Notaris KPR

Setiap proses pembelian rumah serta properti lainnya dengan KPR tentu melibatkan seorang notaris.

BACA JUGA:  Cara Membuat SIM Dengan Cepat dan Mudah Serta Info Biaya Pembuatannya

Biasanya, pihak bank alias pihak developer sudah bekerja sama dengan notaris opsi yg akan ditunjuk untuk mengurusi dokumen-dokumen yg berafiliasi dengan KPR Anda.

Beberapa dokumen yg memerlukan campur tangan seorang notaris di antaranya akta jual-beli, akta kredit, pengurusan pajak serta juga anggaran balik nama sertifikat.

Sebetulnya, tak ada barometer tentang besaran anggaran notaris. Jadi Kalian mampu menegosiasikan anggaran yg wajib dikeluarkan supaya lebih murah.

3. Pajak Penjualan serta Pembelian

Dalam setiap proses jual beli properti, tentu rutin ada pajak yg dikenakan baik itu terhadap pihak penjual alias pun pihak pembeli.

Pajak penjualan yg disebut juga sebagai Pajak Penghasilan (PPH) mempunyai besaran 5% dari harga jual serta dibayarkan oleh developer alias pemilik rumah sebagai pihak penjual.

Pajak pembelian yg dikenal juga sebagai Bea Perolehan Hak atas Tanah serta Bangunan (BPHTB) mempunyai besaran 5% x (harga jual – kualitas jual obyek pajak tak kena pajak).

Simulasi anggaran KPR:

Harga rumah Rp1.000.000.000 serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Rp800.000.000

Pajak Penjual (PPH): 5% x Rp 1.000.000.000 = Rp 50.000.000

Besaran pajak penjualan yg wajib dibayarkan merupakan Rp50.000.000

Pajak Pembeli (BPHTB): 5% x (Rp 1.000.000.000 – Rp 200.000.000) = Rp40.000.000

Besaran pajak pembelian yg wajib dibayarkan merupakan Rp40.000.000

Pajak penjualan serta pembelian mampu dibayarkan melewati bank serta dilaporkan ke kantor pajak alias diuruskan oleh notaris.

4. Biaya Provisi KPR

Biaya provisi merupakan anggaran yg dibebankan terhadap pengaju KPR sebagai anggaran administrasi pengurusan.

Biasanya, anggaran provisi wajib dibayar sebelum proses akad dilaksanakan serta hanya butuh dibayarkan selagi satu kali pada dikala pengajuan KPR.

Nominal anggaran provisi merupakan 1% dari total pinjaman KPR. Jadi, misalkan pinjaman kredit Kalian sejumlah Rp300.000.000, jadi anggaran provisinya merupakan sebesar Rp3.0000.000.

BACA JUGA:  Pinjaman Bank Bri Jaminan Bpkb

5. Biaya Asuransi

Biaya asuransi mencakup asuransi jiwa serta asuransi rumah.

Asuransi jiwa diharapkan untuk melindungi pihak bank serta juga pihak keluarga kreditur seandainya kreditur meninggal dunia sebelum kredit KPR lunas.

Sedangkan asuransi rumah terang ditujukan untuk melindungi rumah dari kejadian kurang baik yg tak diinginkan.

Ada asuransi rumah yg hanya mencakup asuransi kebakaran saja, melainkan ada juga asuransi yg mencakup keseluruhan.

Tidak semua tipe asuransi ini diwajibkan oleh semua bank, kok. Ada juga bank yg hanya mewajibkan asuransi rumah saja.

Pentingnya Mempersiapkan Semua Biaya KPR dengan Matang

Proses pengajuan KPR ke bank merupakan proses yg lumayan merepotkan serta butuh persiapan yg sangat matang.

Selain proses persiapan dokumen yg lumayan ribet, biaya-biaya yg wajib dipersiapkan juga nominalnya lumayan besar.

Bahkan, apabila dihitung-hitung, biaya-biaya yg wajib dikeluarkan untuk proses pengurusan KPR tersebut mampu mencapai lebih dari 5% plafon pinjaman.

Belum lagi persiapan untuk anggaran down payment yg rata-rata nominalnya mampu mencapai 30% dari harga propertinya.

Butuh komitmen yg besar serta juga tingkat kesabaran yg tinggi dalam mempersiapkan segala prosesnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.